Pengujian Biodiesel (B100/FAME) Berdasarkan Kepmen ESDM No. 257.K/EK.01/MEM.E/2026
Memastikan Mutu Biodiesel (B100/FAME) Sebagai Bahan Baku Program Mandatori B50
Biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME/B100) merupakan bahan bakar nabati yang diproduksi dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi dan digunakan sebagai komponen pencampur (blendstock) dalam bahan bakar diesel. Seiring implementasi program mandatori B50, pemerintah menetapkan bahwa biodiesel yang akan dicampurkan ke dalam minyak solar harus memenuhi spesifikasi mutu tertentu sebelum proses blending dilakukan.
Melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026, pemerintah menetapkan standar dan mutu Biodiesel (B100/FAME) sebagai bahan baku pencampuran B50. Pengujian ini bertujuan memastikan biodiesel memiliki karakteristik fisik, kimia, dan performa yang sesuai sehingga mampu menghasilkan campuran B50 dengan kualitas yang memenuhi spesifikasi.
PT Hidea Inti Daya menyediakan layanan Pengujian Biodiesel (B100/FAME) untuk membantu produsen biodiesel, terminal blending, distributor, maupun pengguna industri dalam melakukan pengendalian mutu sesuai regulasi yang berlaku.
Parameter Pengujian Biodiesel (B100/FAME)
Berdasarkan Kepmen ESDM No. 257.K/EK.01/MEM.E/2026, pengujian Biodiesel (B100/FAME) meliputi 24 parameter utama yang dikelompokkan sebagai berikut.
Karakteristik Fisik
Parameter fisik digunakan untuk mengevaluasi sifat dasar biodiesel selama penyimpanan, distribusi, dan pencampuran.
| Parameter | Metode Acuan |
|---|---|
| Density pada 15°C | ASTM D1298 / ASTM D4052 |
| Kinematic Viscosity pada 40°C | ASTM D445 |
| Flash Point | ASTM D93 |
| Distillation Temperature | ASTM D1160 |
| Cold Filter Plugging Point (CFPP) | ASTM D6371 |
| Colour | ASTM D1500 |
Parameter tersebut memengaruhi kemampuan alir, proses atomisasi bahan bakar, keamanan penyimpanan, serta performa saat digunakan sebagai komponen campuran solar.
Karakteristik Kimia
Karakteristik kimia digunakan untuk memastikan biodiesel memiliki stabilitas yang baik dan tidak menimbulkan permasalahan selama penyimpanan maupun penggunaan.
Parameter yang dianalisis meliputi:
- Cetane Number
- Sulfur
- Phosphorus
- Acid Number
- Ester Content
- Iodine Number
- Oxidation Stability
- Monoglyceride
- Free Glycerol
- Total Glycerol
Parameter-parameter tersebut sangat penting untuk menjaga kualitas pembakaran, kestabilan oksidasi, dan kompatibilitas biodiesel dengan sistem bahan bakar modern.
Kandungan Kontaminan
Kontaminan dapat memengaruhi umur peralatan, sistem injeksi, dan kualitas bahan bakar. Oleh karena itu, regulasi juga menetapkan pengujian terhadap:
- Water Content
- Sulfated Ash
- Carbon Residue
- Copper Strip Corrosion
- Sodium + Potassium (Na + K)
- Calcium + Magnesium (Ca + Mg)
- Total Contamination
- Cleanliness
Pengendalian parameter ini membantu meminimalkan pembentukan deposit, korosi, dan penyumbatan pada sistem bahan bakar.
Metode Pengujian
Pengujian Biodiesel (B100/FAME) dilakukan menggunakan metode yang dipersyaratkan dalam Kepmen ESDM serta mengacu pada standar internasional seperti ASTM, EN, AOCS, dan SNI.
Beberapa metode pengujian yang umum digunakan antara lain:
| Parameter | Metode |
|---|---|
| Density | ASTM D1298 / ASTM D4052 |
| Kinematic Viscosity | ASTM D445 |
| Flash Point | ASTM D93 |
| Sulfur | ASTM D5453 |
| Acid Number | ASTM D664 |
| Water Content | ASTM D6304 |
| CFPP | ASTM D6371 |
| Carbon Residue | ASTM D4530 |
| Total Contamination | ASTM D6217 |
| Cleanliness | ASTM D7619 |
Pemilihan metode dilakukan sesuai parameter yang dianalisis sehingga hasil pengujian memiliki akurasi dan ketertelusuran yang memadai.
Tahapan Pengujian
Layanan Pengujian Biodiesel (B100/FAME) meliputi:
- Konsultasi kebutuhan pengujian.
- Penerimaan atau pengambilan sampel.
- Analisis laboratorium sesuai parameter yang diminta.
- Verifikasi dan validasi hasil.
- Penerbitan laporan hasil pengujian.
Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur laboratorium untuk memastikan hasil yang representatif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Aplikasi Pengujian Biodiesel (B100/FAME)
Pengujian Biodiesel (B100/FAME) diperlukan oleh berbagai pihak, antara lain:
- Produsen biodiesel.
- Terminal blending bahan bakar.
- Distributor bahan bakar.
- Industri kelapa sawit.
- Kilang dan fasilitas penyimpanan.
- Laboratorium quality control.
- Perusahaan energi dan pembangkit listrik.
Pengujian dilakukan sebagai bagian dari pengendalian mutu sebelum biodiesel digunakan sebagai bahan baku pencampuran dengan minyak solar.
Mengapa Pengujian Biodiesel Penting?
Pengujian laboratorium memberikan berbagai manfaat, di antaranya:
- Memastikan kesesuaian spesifikasi Biodiesel (B100/FAME) sebelum proses blending.
- Mendukung quality control selama proses produksi.
- Mengurangi risiko ketidaksesuaian mutu pada produk akhir B50.
- Mendukung kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
- Memberikan data teknis yang dapat digunakan untuk evaluasi kualitas produk.
Mengapa Memilih PT Hidea Inti Daya?
PT Hidea Inti Daya menyediakan layanan pengujian biodiesel dengan pendekatan laboratorium yang berfokus pada kualitas data dan kebutuhan industri.
Keunggulan layanan kami meliputi:
- Pengujian menggunakan metode yang sesuai dengan standar.
- Personel laboratorium yang kompeten.
- Pengendalian mutu laboratorium.
- Laporan hasil pengujian yang jelas dan mudah dipahami.
- Dukungan konsultasi teknis sesuai kebutuhan pelanggan.
Informasi Layanan
PT Hidea Inti Daya menyediakan layanan Pengujian Biodiesel (B100/FAME) untuk berbagai kebutuhan industri.
Parameter yang tersedia meliputi:
- Density
- Kinematic Viscosity
- Cetane Number
- Flash Point
- Copper Strip Corrosion
- Carbon Residue
- Distillation
- Sulfur
- Phosphorus
- Acid Number
- Free Glycerol
- Total Glycerol
- Ester Content
- Iodine Number
- Oxidation Stability
- Monoglyceride
- Water Content
- Cold Filter Plugging Point (CFPP)
- Sodium + Potassium
- Calcium + Magnesium
- Total Contamination
- Cleanliness
Untuk konsultasi teknis maupun kebutuhan pengujian Biodiesel (B100/FAME), silakan menghubungi:
Customer Service PT Hidea Inti Daya
📞 +62 877-6494-5736

