Flash Point Testing ASTM D92 dan ASTM D93 untuk Fuel, Petroleum Products, dan Lubricant

image 1

Flash Point Testing merupakan salah satu pengujian penting untuk karakterisasi bahan bakar, petroleum products, dan lubricant. Pengujian ini digunakan untuk menentukan temperatur ketika uap dari suatu sampel dapat menghasilkan flash ketika terkena sumber penyalaan pada kondisi pengujian tertentu.

Dalam pengujian laboratorium, pemilihan metode menjadi bagian penting karena karakteristik sampel dan persyaratan spesifikasi dapat menentukan metode yang sesuai. Dua metode ASTM yang umum digunakan untuk pengujian Flash Point adalah ASTM D92 – Cleveland Open Cup dan ASTM D93 – Pensky-Martens Closed Cup.

Bagi industri, hasil pengujian Flash Point dapat digunakan untuk mendukung quality control, product verification, supplier assessment, evaluasi karakteristik bahan bakar, serta kebutuhan teknis dan keselamatan.


Keunggulan Flash Point Testing Berdasarkan Metode ASTM

Pemilihan metode pengujian yang tepat membantu memastikan hasil laboratorium sesuai dengan karakteristik sampel dan kebutuhan pengujian.

Metode ASTM yang Terdefinisi Jelas

Pengujian dapat mengacu pada metode ASTM yang sesuai, antara lain:

  • ASTM D92 – Cleveland Open Cup
  • ASTM D93 – Pensky-Martens Closed Cup

Masing-masing metode memiliki karakteristik dan ruang aplikasi yang berbeda sehingga pemilihan metode perlu disesuaikan dengan jenis sampel dan persyaratan pengujian.

Mendukung Quality Control

Hasil Flash Point dapat digunakan untuk memantau konsistensi kualitas antar-batch dan membandingkan karakteristik produk terhadap spesifikasi yang ditetapkan.

Mendukung Product Verification

Pengujian dapat digunakan sebagai bagian dari proses verifikasi produk, incoming inspection, maupun pemeriksaan terhadap Certificate of Analysis (CoA).

Mendukung Evaluasi Keselamatan

Flash Point merupakan salah satu parameter penting dalam memahami karakteristik mudah terbakar suatu material dan dapat menjadi bagian dari evaluasi penanganan serta penyimpanan produk.


Perbedaan ASTM D92 dan ASTM D93

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dalam Flash Point Testing adalah:

Apa perbedaan ASTM D92 dan ASTM D93, dan metode mana yang harus digunakan?

Perbedaan utamanya terdapat pada jenis apparatus dan karakteristik pengujiannya.

ParameterASTM D92ASTM D93
ApparatusCleveland Open CupPensky-Martens Closed Cup
Jenis cupOpen cupClosed cup
Flash Point
Fire Point
Petroleum productsSesuai scope metodeSesuai scope metode
Fuel productsSesuai karakteristik dan requirementBanyak digunakan sesuai requirement
Biodiesel/FAMESesuai requirement✓ sesuai scope
Diesel fuelSesuai requirement✓ sesuai scope
Lubricating oilSesuai karakteristikSesuai scope/prosedur

Catatan: metode pengujian harus ditentukan berdasarkan karakteristik sampel, spesifikasi produk, standar yang dipersyaratkan, dan tujuan pengujian.


ASTM D92 – Cleveland Open Cup

ASTM D92 menggunakan Cleveland Open Cup (COC) untuk menentukan Flash Point dan Fire Point petroleum products dalam rentang aplikasi yang ditetapkan oleh metode.

Pada pengujian ini, sampel dipanaskan dalam wadah terbuka secara terkendali. Sumber penyalaan diaplikasikan pada permukaan sampel pada interval tertentu hingga terjadi flash.

Parameter yang Dapat Ditentukan

  • Flash Point
  • Fire Point

Salah satu karakteristik penting ASTM D92 adalah kemampuannya menentukan kedua parameter tersebut dalam satu metode pengujian.


ASTM D93 – Pensky-Martens Closed Cup

ASTM D93 menggunakan Pensky-Martens Closed Cup untuk menentukan Flash Point pada berbagai petroleum products dan fuel.

Pada sistem closed cup, uap yang terbentuk berada dalam ruang yang tertutup selama proses pengujian sebelum sumber penyalaan diaplikasikan.

Aplikasi Pengujian

ASTM D93 dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengujian, termasuk:

  • Diesel fuel
  • Biodiesel dan biodiesel blends
  • Fuel oil
  • Kerosene
  • Turbine fuel
  • Petroleum products
  • Lubricating oil tertentu

Penggunaan metode tetap harus mengikuti scope dan persyaratan yang berlaku untuk masing-masing produk.


Flash Point dan Fire Point

Kedua parameter tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

Flash Point

Temperatur ketika uap sampel menghasilkan flash ketika terkena sumber penyalaan pada kondisi pengujian.

Fire Point

Temperatur yang berkaitan dengan kemampuan sampel mempertahankan pembakaran setelah terjadi penyalaan.

Dengan demikian:

ASTM D92 → Flash Point + Fire Point

ASTM D93 → Flash Point

Perbedaan ini menjadi salah satu pertimbangan ketika menentukan metode pengujian yang sesuai.


Jenis Sampel yang Dapat Dianalisis

Flash Point Testing dapat diaplikasikan pada berbagai produk petroleum, fuel, dan lubricant sesuai dengan metode dan persyaratan pengujian.

Jenis SampelParameterMethod
Diesel FuelFlash PointASTM D93*
Biodiesel / FAMEFlash PointASTM D93*
Fuel OilFlash PointASTM D93*
KeroseneFlash PointASTM D93*
Turbine FuelFlash PointASTM D93*
Lubricating OilFlash PointASTM D92 / D93*
Petroleum ProductsFlash Point / Fire PointASTM D92*

* Metode akhir ditentukan berdasarkan karakteristik sampel dan persyaratan pengujian yang berlaku.


Interpretasi Hasil Flash Point

Hasil pengujian Flash Point perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan spesifikasi produk, metode pengujian, historical data, dan persyaratan pelanggan.

Sebagai contoh, apabila suatu produk menunjukkan nilai Flash Point yang jauh lebih rendah dibandingkan data historisnya, kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Perubahan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan jenis kontaminasi tertentu, tetapi dapat menjadi indikasi bahwa diperlukan pengujian tambahan atau evaluasi terhadap proses dan material.

Dalam ASTM D92, Flash Point yang abnormal rendah pada engine oil dapat menjadi salah satu indikasi yang perlu diperhatikan dalam investigasi kemungkinan gasoline contamination.


Manfaat Flash Point Testing bagi Industri

Bagi industri, pengujian Flash Point dapat memberikan manfaat dalam beberapa area:

Quality Control

Memantau konsistensi kualitas produk dan mendeteksi perubahan karakteristik antar-batch.

Incoming Inspection

Mendukung pemeriksaan bahan bakar atau petroleum product yang diterima dari supplier.

Supplier Verification

Membandingkan hasil pengujian laboratorium dengan CoA atau spesifikasi yang diberikan supplier.

Product Release

Menyediakan data teknis sebagai bagian dari evaluasi sebelum produk digunakan atau didistribusikan.

Technical Investigation

Mendukung investigasi ketika terdapat perubahan karakteristik produk atau hasil yang berada di luar historical trend.

Safety Assessment

Memberikan informasi mengenai karakteristik penyalaan material sebagai salah satu bagian dari evaluasi keselamatan.


Layanan Flash Point Testing PT Hidea Inti Daya

PT Hidea Core menyediakan layanan Flash Point Testing untuk kebutuhan analisis berbagai fuel, petroleum products, dan lubricant.

Pengujian dilakukan dengan mempertimbangkan metode ASTM yang sesuai dengan karakteristik sampel dan kebutuhan pelanggan.

Testing Method

ASTM D92
Cleveland Open Cup

ASTM D93
Pensky-Martens Closed Cup

Layanan dapat digunakan untuk kebutuhan:

  • Quality Control
  • Incoming Inspection
  • Supplier Verification
  • Product Verification
  • Fuel Testing
  • Lubricant Testing
  • Technical Evaluation
  • CoA Verification

Informasi Pengujian Flash Point

For needs Flash Point Testing, konsultasi pemilihan ASTM D92 atau ASTM D93, maupun pengujian fuel, petroleum products, dan lubricant, silakan menghubungi:

Custom Service PT Hidea Core
📞 +62 877-6494-5736
📧 labservices@hidea.id

PT Hidea Core
Comprehensive Petroleum & Gas Testing

Pata Safira Nur
Pata Safira Nur
Articles: 16

Leave a reply

Your email address will not be public. Required fields are marked *